Situs Sejarah Kerajaan Sriwijaya Di Bukit Siguntang Palembang

  • Whatsapp
bukit siguntang palembang

Bukit Siguntang merupakan bukit tertinggi di Kota Palembang dengan ketinggian 29-30 meter di atas permukaan air. Capitol Hill yang menjadi salah satu tempat bersejarah lahirnya Kerajaan Sriwijaya pada tahun 1920, banyak terdapat peninggalan jaman Kerajaan Sriwijaya.

sejauh ini warisan budaya penting ini masih dianggap sakral oleh masyarakat daerah tersebut.
Banyak sekali pengunjung yang datang akan melakukan ritual ziarah ke makam bangsawan tradisional Palembang dan karenanya sejarah agung kerajaan Sriwijaya.

Bacaan Lainnya

0
Hingga saat ini, sudah 11007 Orang terpapar Virus SARS-CoV-2, Lindungi keluarga Anda, dengan Menjalankan Protokol Kesehatan secara disiplin

Terbukti dengan ditemukannya berbagai arca dan artefak yang beragama Budha, hal ini sering kali menjadi salah satu wilayah peribadahan dan agama kerajaan. Banyak ahli arkeologi dan budayawan yang telah mempelajari peninggalan yang ditemukan di Bukit Siguntang, salah satunya adalah patung Buddha gaya Amarawati.

patung besar ini ditemukan dalam beberapa fragmen. puncak Arca saat ini sedang dibawa ke Museum Nasional di Batavia. Beberapa bulan kemudian ditemukan bagian tubuhnya, kemudian bagian atas dan bagian tubuhnya disatukan. Namun, hanya sebagian kakinya yang hilang.

Patung ini mengikuti gaya Amarawati yang berkembang di India Selatan dari abad II hingga V. Pengaruh gaya Amarawati meluas ke Kerajaan Sriwijaya melalui perdagangan dan hubungan non sekuler dengan India. Patung setinggi 277 cm ini terbuat dari batu granit yang biasa ditemukan di pulau Bangka, sehingga disimpulkan patung ini adalah buatan lokal, bukan didatangkan dari India.

Di puncaknya bukit siguntang banyak terdapat prasasti, kuburan bekas puing – puing Kerajaan Sriwijaya yang masih di lestarikan hingga saat ini, Di antaranya adalah Segentar Alam, Panglima Bagus Karang, Puteri Kembang Dadar, Panglima Tuan Junjungan, Pangeran Raja Batu Api, dan Panglima Jago Lawang, Panglima Bagus Kuning, Putri Kembang Selako.

Ada 7 kuburan

Dalam literatur sejarah terdapat makam keturunan Raja Tujuh Makam, yaitu sebagai berikut:

Radja Segentar Alam biasa di kenal juga dengan nama lainnya adalah Iskandar Zulkarnain Alamsyah, Ia berasal dari Kerajaan Mataram yang di segani. Radja Segentar Alam pada masa pemerintahannya, Dia berhasil menumbangkan hampir semua pulau Sumatera sampai negara tetangga Johor dan Malaka di Malaysia.

Panglima Bagus Kuning berasal dari Mataram. Dia datang ke Palembang untuk mengawal Radja Segentar Alam.

Putri Kembang Dadar yang absahnya Putri Bunga Melur. Ia diyakini sebagai putri tercantik pada saat itu. Karena kecantikannya, dia bahkan dianggap dari surga.

Putri rambut Selako adalah Putri Damar Kencana Wungsu. Sesuai dengan ceritanya, dia berasal dari Keraton Yogyakarta, putri Prabu Prawijaya.

Rambut Selako artinya memiliki rambut emas. Hal ini menimbulkan spekulasi bahwa dia memiliki keturunan Eropa.

Pangeran Radja Batu Api mungkin adalah seorang sarjana dari Jeddah, Arab Saudi. Dia datang ke tanah Melayu untuk bepergian dan menyebarkan Islam. Dia melakukan perjalanan ke tanah Melayu untuk menyiarkan syariah

Panglima Bagus Karang mengemban tugas mulia dengan gagah berani yang sepadan dengan Panglima Bagus Kuning, Adalah melindungi Radja Segentar Alam.

Panglima Tuan Djundjungan mungkin seorang cendikiawan. Dia adalah seorang ulama yang berasal dari Arab, yang datang ke tanah Melayu (Swarnadwipa) dengan tujuan untuk menyebarkan penyebaran Islam.

Hingga saat ini, jika Anda berkunjung ke sana Anda masih akan melihat tujuh makam yang dibuat oleh mausoleum tersebut.

Pos terkait