Masjid Cheng Ho Palembang Asli Campuran Tiga Budaya

  • Whatsapp
Masjid Cheng Ho Palembang

Masjid Cheng Ho Palembang adalah masjid yang didirikan dengan gaya arsitektur Tionghoa bercampur Arab dan Palembang. Nama lengkap masjid ini adalah Masjid Al Islam Muhammad Cheng Hoo Sriwijaya. Masjid ini termasuk salah satu masjid yang unik dan menyenangkan, nama masjid ini diambil dari Laksamana Cheng Ho yang berjasa mengembangkan Islam di Palembang,

arsitekturnya kental dengan budaya Tionghoa dengan atap berundak, selain itu juga dibuat 2 menara masjid. hampir seperti Agoda dengan dominasi warna merah. dan giok, yang diberi nama hablum minallah dan hablum minannas.

Bacaan Lainnya

0
Hingga saat ini, sudah 11007 Orang terpapar Virus SARS-CoV-2, Lindungi keluarga Anda, dengan Menjalankan Protokol Kesehatan secara disiplin

Menara kembar menambah ke Elokkan Di Masjid Cheng Ho Palembang tersebut dan mempunyai 5 tingkat yang melambangkan jumlah 5 waktu sholat yang dilakukan umat Islam dalam sehari, puncak 2 menara mencapai 17 meter, angka ini dapat menjadi simbol jumlah siklus yang harus dimiliki setiap muslim. menetralkan setiap hari. menemukan warna dominan merah,

warna yang mirip dengan budaya Tionghoa. Arsitektur juga dapat dilihat dari pintu di dalam pintu utama masjid. Dapat di jumpai pula keunikan gaya arsitek tionghoa pada pagar pembatas di bagian paling atas yang berkesan mempercantik tampilan interior masjid yang kental dengan nuansa Tionghoa.

Menurut Meri Effendi, pengurus Masjid Cheng Ho, bangunan ini kemungkinan merupakan perpaduan antara budaya Sriwijaya dan budaya Tionghoa. Masjid ini dibangun pada tahun 2003 dan digunakan pada tahun 2016, masjid ini dibangun atas prakarsa Ikatan Islam Tionghoa Indonesia. 150 juta rupiah, hingga akhirnya ada bantuan dari warga sekitar, termasuk pemerintah.

Masjid ini juga menjadi media untuk acara pendataan mualaf, Riko Al Hafiz salah satu penghafal Alquran mengatakan, minimal 10 mualaf datang ke sini untuk meninjau pengajian. Ia pun menargetkan siap membimbing mualaf Alquran.

Di bulan suci Ramadhan, masjid ini biasanya ramai dikunjungi jamaah yang melaksanakan shalat lima waktu saat shalat Tarawih dan beritikaf. suku pribumi di Palembang menjaga kerukunan dan toleransi.

Pos terkait