Jembatan Ampera Jantungnya Kota Palembang

  • Whatsapp
jembatan ampera jantungnya kota palembang

Jembatan Ampera merupakan identitas otentik Kota Palembang. Kehidupan sehari-hari warga Palembang tidak lepas dari jembatan ini,

karena Jembatan Ampera karena penghubung utama antara daerah hulu ke hilir juga merupakan penghubung lainnya dari hilir ke hulu, sebelum ada Jembatan Ampera, warga Palembang yang menginginkannya. perjalanan dari hulu ke hilir dan sebaliknya dilakukan dengan menaiki kapal atau kapal.

Bacaan Lainnya

0
Hingga saat ini, sudah 11007 Orang terpapar Virus SARS-CoV-2, Lindungi keluarga Anda, dengan Menjalankan Protokol Kesehatan secara disiplin

biasa mengangkut penumpang dari hulu ke hilir dan sebaliknya. Berkat keterbatasan kapasitas perahu dan kapal yang mengangkut warga dari hulu ke hilir, dan sebaliknya tidak besar dan butuh waktu lama. Atas gagasan kepentingan rakyat,

dan oleh karena itu urgensi perlunya jembatan bagi warga di Kota Palembang. Presiden pertama Republik Indonesia Ir. Soekarno setuju untuk membuat jembatan di tengah Kota Palembang di atas Sungai Musi.

Jembatan yang disebut dengan “Jembatan Ampera” ini dibangun dengan dana pampasan perang dari Jepang, sedangkan waktu yang dibutuhkan untuk membuat jembatan tersebut kurang lebih 3 tahun. Pada tahun 1965 jembatan Ampera selesai dibangun, jembatan yang membentang di atas Sungai Musi ini berdiri kokoh dengan segala fasilitas modis dan terbaik pada masanya.

Awalnya jembatan ini diberi nama “Jembatan Soekarno” untuk menghormati Presiden pertama Republik Indonesia Ir. Soekarno yang telah membantu warga Palembang untuk memiliki jembatan di tengah Kota Palembang di atas Sungai Musi. berkat pecahnya gerakan PKI maka dari itu banyak penolakan terhadap nama Jembatan Soekarno.

Presiden Ir. Soekarno menjadi kambing hitam kejadian berdarah tersebut karena dialah yang memberi lampu hijau bagi berdirinya Partai Komunis Indonesia (PKI) dimana partai tersebut dianggap sebagai dalang meletusnya peristiwa G-30-S dan akhirnya membuahkan hasil. dalam pelepasan dari jabatan Bung Karno sebagai Presiden Republik Indonesia kemudian digantikan oleh Jenderal Suharto.

Dampak terhapusnya segala hal yang berhubungan dengan Soekarno membuat nama “Jembatan Ampera” yang baru saja didirikan batal untuk memelihara nama “Jembatan Soekarno” kemudian ditemukan nama lain, yaitu Jembatan Ampera, dimana kata “AMPERA” Singkatan dari Amanat Individu Penderitaan yang filosofi namanya diambil dari peristiwa gerakan PKI.

Terakhir, jembatan yang sebelumnya dibangun dan diprakarsai oleh Presiden pertama Republik Indonesia, Ir. Soekrano hingga saat ini dipahami sebagai Jembatan Ampera dan menjadi ikon serius kota Pempek Palembang. Itulah Anekaragam dan bermacam – macam cerita dari sejarah perjuangan warga Palembang dalam upaya merajut Cita – cita memiliki jembatan di tengah Kota Palembang di atas sungai, Yaitu Sungai Musi.

Saat ini selain Ampera, terdapat 2 jembatan lain di kiri dan kanan, yaitu jembatan Musi IV dan Musi VI, sebagai upaya untuk memperkecil arus lalu lintas yang menumpuk di Jembatan Ampera yang terus memanjang, laju mobilitas Warga Palembang tidak lepas dari Jembatan Ampera, terlihat pada pagi hari dan sore hari saat seluruh warga Palembang berangkat pergi dan kembali dari aktivitas sehari-hari Jembatan Ampera.

Lampu Kunang – Kunangnya Ampera
Setelah mengalami renovasi dan perbaikan, sejak itu program Visit Musi diluncurkan. Ornamen cahaya Lampu yang mempercantik Jembatan Ampera menjadi salah satu energi Hipnotis untuk menarik wisatawan yang berkunjung ke Benteng Kuto Besak Plaza dimana tempat ini merupakan titik terbaik bagi wisatawan untuk menikmati Eloknya Jembatan Ampera dan juga Sungai Musi, terutama di malam hari dengan di tambahnya sinar Bulan. Lampu Jembatan Ampera berganti warnadi setiap menitnya.

Ditunjang dengan fasilitas yang memadai yaitu adanya taman yang menghiasi keempat penjuru Jembatan Ampera, sebagai logo keadilan dan persamaan antara sisi lain hilir dan oleh karena itu berlawanan dengan sisi hulu, walaupun selama ini sebenarnya telah terjadi ketimpangan. terjadi dimana hilir lebih berkembang dari pada hulu.

Pos terkait