Memaksimalkan Prokes Himbauan bagi Pelaku Usaha Pariwisata

  • Whatsapp
Memaksimalkan Prokes Himbauan bagi Pelaku Usaha Pariwisata

Mendekati libur panjang di penghujung tahun, disarankan agar para pelaku industri pariwisata mampu menegakkan tata tertib kesehatan dalam upaya menghindari penyebaran Covid-19.

Hal itu diungkapkan Ketua Pengurus Perhimpunan Hotel dan Restoran Indonesia (PHRI) Sumsel Herlan Asfiudin

Bacaan Lainnya

0
Hingga saat ini, sudah 11007 Orang terpapar Virus SARS-CoV-2, Lindungi keluarga Anda, dengan Menjalankan Protokol Kesehatan secara disiplin

“Tentunya banyak warga yang berencana berlibur ke berbagai tempat rekreasi, plus menghadapi libur panjang menjelang Tahun Baru 2021. Keadaan ini perlu dibarengi dengan peningkatan tata tertib kesehatan” ujarnya.

Menurut laporan dari manajemen hotel dan restoran di Kota Palembang, Pagaralam serta banyak kawasan Sumsel yang arah rekreasi berbeda setiap akhir pekan dan menjelang tahun baru, terjadi peningkatan stocking kamar hotel.

Herlan mengatakan, situasi tersebut cukup menyenangkan karena dapat menambah jumlah tamu restoran dan tempat wisata.

“Meningkatnya keinginan kamar hotel menunjukkan banyak penghuni yang pergi berlibur, ini pasti kabar positif karena bisa menambah tamu ke restoran dan tempat wisata” ujarnya.

Penduduk yang lewat atau berlibur tidak hanya membutuhkan tempat untuk bermalam dan mengunjungi berbagai tempat wisata serta menikmati berbagai makanan khas daerah di tempat tersebut.

Oleh karena itu, Herlan berpesan untuk menghadapi situasi padat ini, pelaku industri pariwisata seperti pengelola hotel, restoran dan objek rekreasi harus menerapkan tata tertib kesehatan yang ketat.

“Kami meminta pelaku industri pariwisata tidak segan-segan menyapa pengunjung jika melihat ada yang tidak memakai topeng dan memakai topeng”
jelasnya.

Keadaan menyesuaikan diri dengan rutinitas baru dan momen-momen liburan akhir tahun diharapkan dapat bersama-sama sehingga tidak menimbulkan peningkatan masalah positif COVID-19 yang dapat mempengaruhi berbagai rutinitas warga dan bisnis.

“Pelaku industri pariwisata seperti pengelola hotel, restoran, tempat rekreasi, kafe, klub malam dan karaoke di Kota Palembang dan 16 wilayah lainnya di Sumsel harus disiplin menerapkan prosedur kesehatan untuk mengantisipasi Covid-19 di tempat itu” pungkasnya.

Pos terkait